Showing posts with label SPARC M-Series. Show all posts
Showing posts with label SPARC M-Series. Show all posts

Monday, September 8, 2014

Tagged under: ,

Tiga Bentuk Virtualisasi Oracle System - Part 1

Oracle system adalah salah satu perusahaan IT yang memiliki layer teknologi paling lengkap.

Mulai dari Level infrastructure sampai dengan level aplikasi.

Sekarang yang mau dibahas adalah bagian virtualisasi yang terdapat di Oracle System, dan informasi ini saya dapat dari slide presentasi yang dibuat oleh Roman Zajcew, Ray Urciuoli, dan Martien Ouwens khususnya untuk SPARC M6-Series Processor.

Agenda yang dibahas adalah :

  • Kenapa server dan aplikasi dikonsolidasi
  • Teknologi virtualisasi dan konsolidasi yang dapat dilakukan oleh SPARC M6-Series Server
  • Layer konsolidasi yang dapat dilakukan dengan SPARC M6-32

Berikut ini adalah keuntungan dengan melakukan konsolidasi dan virtualisasi :

  • Mengurangi jumlah server yang perlu dikelola serta meningkatkan penggunaan dari server yang ada, dengan kata lain ada beberapa keuntungan yang diperoleh :
    • mengurangi biaya pembelian server
    • mengurangi biaya perawatan server
    • mengurangi biaya power dan pendingin ruangan
    • mengurangi biaya infrastructure untuk data center
  • Meningkatkan kapasitas penggunaan server dan waktu response akan kebutuhan server
    • teknologi processor SPARC M6-32 yang terbaru, interconnect dan I/O
  • Meningkatkan fleksibilitas kebutuhan untuk core processor, memory, hdd, dll
    • waktu melakukan deployment lebih cepat untuk aplikasi baru yang akan dibuat (khususnya untuk melakukan development)

 

Konsolidasi SPARC M6-32 Server

Gambar di atas adalah salah satu bentuk utilisasi dari beberapa server kecil yang utilisasi server berbeda-beda. Ada yang maksimal dan ada juga yang di bawah standar penggunaan server. Dibandingkan dengan gambar sebelah kanan yaitu dengan menggunakan SPARC M6-32 Server, beberapa server kecil yang ada disebelah kiri digabungkan menjadi satu server dengan melakukan konsolidasi dan virtualisasi sehingga memberikan pembagian utilisasi dari server tersebut menjadi lebih maksimal.

Server yang mampu melakukan share resource dengan konsolidasi dan virtualisasi harus mampu memberikan skalabilitas yang cukup besar dan langkah yang sederhana untuk memanfatkan resource nya agar dapat dipakai untuk aplikasi baru jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Karena secara konsep teknologi virtualisasi itu sendiri adalah "put more eggs on your basket" which is more crucial untuk aplikasi yang bisa berjalan di dalam server tersebut. 

Tingkat keamanan dan availabilitas SPARC M6-32 sangat tinggi dan mampu melakukan rekonfigurasi, upgrade dan perbaikan perangkat tanpa adanya downtime. Ini adalah salah satu keunggulan yang dimiliki oleh SPARC M6-32 Server sama seperti SPARC M-x000 Series sebelumnya. 

Physical Domain (PDOM)

Dynamic System Domain

Dynamic Domain - Physical Domain

SPARC M6-32 menggunakan physical domain dengan electrical isolation di mana, masing-masing aplikasi yang membutuhkan resource bisa terpisah dengan resource yang lainnya secara electrical. Hal ini bertujuan untuk menggunakan kapasitas resource dari processor secara maksimal yang dapat disetting mulai dari 1 processor sampai lebih. Selain itu, keunggulan lainnya juga memberikan isolasi secara lengkap mulai resource CPU, RAM, dan HDD, security, services dan fault system. 

Awal penggunaan teknologi Physical Domain ini dimulai sejak Sun Microsystem mengeluarkan produk SUN's E10K 64 Processor sekitar tahun 1996. Hal ini memungkinkan untuk memisahkan resource secara elektrikal sehingga tidak ada overhead resource dan tidak perlu biaya tambahan jika ingin menggunakannya.

Physical Domain on SPARC M6-32

SPARC M6-32 mampu melakukan physical domain dengan maksimal 4 Unit sesuai dengan DCU (Domain Configuration Unit). DCU ini adalah building block utama yang memisahkan secara physical isolated. Jadi jika ingin lebih detail mengenai kapasitas masing-masing DCU adalah seperti ini:

  • Masing-masing DCU (Domain Control Unit) akan memiliki :
    • 4 CPU Memory Unit (CMU)
      • 2 Memory Board SPARC M6 Processor
      • 2 CMP (CPU Memory Processor)
      • 64 DIMMs slot Memory
  • Masing-masing DCU (Domain Control Unit) dikelola oleh SP Proxy (SPP) dedicated yang akan mengelola CPU, Memory Controller dan DIMMs di dalam DCU itu sendiri.

Konfigurasi yang bisa dilakukan ada 2 jenis :

  • PDomain (default setting). Menghubungkan seluruh DCU dalam server yang sama
  • Bounded PDomain. Menghubungkan hanya 1 (satu) DCU dengan jumlah CMP maksimal 8 (delapan).

 

Bersambung ke part 2.

 

Wednesday, August 27, 2014

Tagged under: ,

showhardconf -M Result on M3000 Server

SPARC M3000 showhardconf M

Ini adalah informasi yang diperoleh kalau kita melakukan command : showhardconf -M. Biasanya command ini diperlukan untuk mengetahui perangkat apa saja yang menempel di server M3000. Selain itu juga ada beberapa informasi yang diperlukan ketika ingin melakukan instalasi awal terhadap perangkat tersebut. 

Tuesday, August 26, 2014

Tagged under: ,

Teknologi Chip Oracle SPARC M7

Oracle SPARC M7 Processor

Seperti informasi yang sudah dilansir oleh infoworld.com, tahun depan oracle systems meluncurkan produk baru Oracle M7 dengan total core setiap processornya 32 core. Dibandingkan dengan dengan type SPARC M6 sebelumnya dengan total core untuk masing-masing processor nya adalah 12 core. Secara perhitungan matematis, kinerja processor M7 ini akan meningkat sebanyak 2.6 kali dari jenis processor sebelumnya. 

Oracle SPARC M7 Chip

Transistor untuk jenis SPARC M7 ini akan berukuran lebih kecil sebesar 20-nanometer sehingga processor ini akan disebut sebagai S4 generasi lanjutan dari S3 yang sebelumnya digunakan pada M5 dan M6. Desain M7 ini secara khusus untuk digunakan pada server database dengan Oracle Database 12c dengan feature unggulan in-memory processing. Dari sisi proses akan meningkatkan performance dari sisi memory dan data tersebut akan disimpan dalam memory dan diproses langsung di dalam processor sehingga waktu untuk meng-query data akan menjadi lebih cepat dan efisien. 

Selain feature tersebut, di dalam chip M7 ini mampu memproses live decompression. Live decompression adalah salah satu feature untuk melakukan proses data secara langsung tanpa melakukan compression sehingga dari sisi penggunaan kapasitas storage akan menjadi lebih sedikit. Diluar feature tersebut ada fitur yang digunakan untuk melakukan testing aplikasi dengan database Oracle 12c yaitu real time application data integrity. Fitur ini memastikan eror yang terjadi pada aplikasi tersebut dapat ditemukan dengan cepat sehingga aplikasi tersebut bisa langsung masuk ke environment production.

Chip tersebut S4 ini nantinya akan gunakan untuk SPARC T-Series dan M-Series selanjutnya yang dapat dipastikan bahwa performance untuk aplikasi yang menggunakan server ini dapat berjalan lebih stabil, cepat dan up time 24 hours tanpa downtime.

Fitur yang diceritakan di atas menurut Fowler, akan dibuat transparent sehingga banyak developer aplikasi mampu menggunakan fitur tersebut. Nah yang menarik di sini adalah fitur yang dibuka ini membutuhkan tim developer aplikasi yang cukup mengenal bagaimana memanfaatkan fitur tersebut dan software oracle yang akan datang sudah langsung mampu memanfaatkan fitur tersebut.

Software in Silicon

Informasi lebih detail bisa langsung baca artikel blog.oracle nya Rajadurai.

 

Friday, July 11, 2014

Tagged under: , , ,

Perangkat Keras Oracle

Perangkat Keras Oracle saat ini sudah memiliki jumlah core yang paling sedikit adalah 6-core dan ini dimiliki oleh SPARC M5-32. Jenis perangkat keras Oracle yang dimiliki tidak hanya server, melainkan juga storage, network dan tape storage.

Yang akan dibahas kali ini adalah perangkat keras Oracle untuk server. Server Oracle yang paling diunggulkan adalah server dengan prosesor berbasis SPARC. Sekaran ini banyak pengguna SPARC Prosesor mulai beralih ke Intel Prosesor, disebabkan karena jumlah core yang dimiliki oleh prosesor Intel sudah mulai menyamai jumlah core yang dimiliki oleh SPARC. Namun ada perbedaan yang sangat signifikan untuk prosesor Intel (2 thread) dan prosesor SPARC (8-thread) adalah jumlah thread untuk masing-masing core. 

Penggunaan prosesor SPARC ini digunakan untuk arsitektur server yang memiliki up-time 24 jam untuk server database maupun server aplikasi. Saat SPARC dimiliki oleh Sun Microsystem, server yang memiliki prosesor SPARC ini memiliki nama SPARC Enterprise M3000, SPARC Enterprise M4000, SPARC Enterprise M5000, SPARC Enterprise M8000 dan SPARC Enterprise M9000 dan dikhususkan untuk penggunakan server database. Sedangkan saat ini SPARC Enterprise M-Series ini, sejak dibeli oleh Oracle telah mengalami banyak perkembangan dari sisi teknologi prosesor dan arsitektur motherboard di dalamnya selain itu juga ada perubahan nama menjadi SPARC M5-32 (6-core Prosesor) dan SPARC M6-32 (12-core Prosesor).

SPARC M6-32 - Presales Sun

Selain SPARC M-Series juga masih dipertahankan SPARC T-Series. untuk SPARC T-Series ini banyak sekali mengalami perubahan dan perubahan tersebut juga menyebabkan cepatnya EOL (end of Life) server tersebut. Pada awal dimiliki oleh Oracle, SPARC T-Series memiliki nama SPARC T3 (16-core) kemudian setahun kemudian menambah teknologi SPARC T-Series baru menjadi SPARC T4 (8-core) dan saat ini terakhir yang terbaru adalah SPARC T5-Series (16-core). 

SPARC T-Series Server - Sun Presales

Perubahan tersebut disebabkan oleh kebutuhan dari perkembangan teknologi dari sisi software. Perlu diketahui juga Oracle sendiri adalah perusahaan yang dibangun sebagai perusahaan software Oracle Database, sehingga hardware sebagai supporting produk untuk software tersebut disesuaikan dengan kemajuan dari teknologi software. Keuntungan lain yang bisa dibawa adalah seluruh perangkat hardware dan software Oracle sudah terintegrasi dengan maksimal sehingga Oracle memiliki julukan hardware software complete.

Perangkat server di atas adalah server yang dikembangkan secara khusus oleh Oracle. Disamping itu juga masih membawa teknologi dari perusahaan Sun Microsystem sebelumnya yaitu Fujitsu, Oracle membawa teknologi Fujitsu dalam SPARC M10-Series (16-core). SPARC M10-Series ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan adanya teknologi lisensi core. Maksudnya adalah untuk pembelian SPARC M10-Series, setiap core yang ada di dalam prosesor tersebut perlu lisensi untuk dapat digunakan. 

Fujistu M10-Series - Presales Sun

Pembatasan dengan menggunakan lisensi ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan dari lisensi database untuk server eksisting yang dengan teknologi prosesor yang hanya 4-core hanya perlu mengaktifkan core di dalam prosesor sebanyak 4-core saja, sehingga tidak perlu beli lisensi database tambahan.